BOLLYWOOD, KOMPAS.com – Aktris Bollywood yang paling banyak dicari di internet, Katrina Kaif (25), semakin matang di dunia akting dengan banyaknya film yang dibintangi. Ini menepis isu bahwa ia terjun ke film hanya memanfaatkan aji mumpung sebagai model.
”Saya telah berjuang untuk eksis di dunia model dan kemudian mencoba dunia akting dengan serius,” katanya. Kaif tak pernah menargetkan langsung menjadi ternama, yang ia lakukan hanyalah berusaha.
Kaif lahir di Hongkong dari ibu asal Inggris dan ayah asal Kashmir. Ia mulai diperhitungkan di dunia film setelah membintangi film Boom tahun 2003.
Dia dikenal dekat dengan aktor Salman Khan. ”Salman Khan memandu saya memasuki industri film ketika saya masih baru, peran dia spesial buat saya sampai sekarang,” kata Kaif.
Hingga kini, Kaif masih sederhana. ”Saya masih orang yang sama. Saya bukan orang yang suka glamor di dunia nyata. Kalian bisa lihat ketika di luar film saya lebih kasual,” katanya. (AFP/AMR)
JAKARTA, KOMPAS.com —Aktor Surya Saputra akan diuji kemampuan aktingnya dalam drama musikal Gita Cinta The Musical. Sang istri, Cynthia Lamusu, juga akan terlibat dalam pementasan yang sedianya akan digelar Maret 2010 mendatang itu.
Dalam pertunjukan yang disutradarai koreografer Arie Tulang itu, Surya akan memerankan seorang ayah yang beristrikan Cynthia dan Uci Nurul. Lah, maksudnya berpoligami?
No…no…! Kata Arie, Cynthia dan Uci akan bergiliran menjadi istri Surya. “Inikan pertunjukan dua jam setengah. Akan ada dua sesi dalam satu kali penampilan. Jadi dibutuhkan stamina yang cukup untuk setiap kali tampil. Surya staminanya cukup bagus untuk memerankan Bapaknya Ratna, jadi tak perlu peran pengganti,” jelas Arie Tulang, di Jakarta Selatan, Rabu (4/11).
“Sementara Uci dan Cynthia akan bergantian sebagai Ibunya Ratna,” sambung Arie, menjelaskan peran yang bakal diisi Uci dan Cynthia.
Surya mengaku senang bisa terlibat dalam drama tersebut, setidaknya ia bisa bermain dengan Cynthia. Kalaupun nanti ada adegan yang menuntutnya harus beradegan mesra-mesraan, Surya mengaku tak risau. “Ya kita profesional saja,” katanya. Apa Cynthia tak bakalan cemburu? “Adegannya malah bapake marah-marah dari awal sampai akhir, jangan dipikir ada romantis-romantisnya,” tangkis Surya dengan canda. (C7-09)
JAKARTA, KOMPAS.com —Vokalis grup band Cokelat, Kikan, memastikan dirinya untuk mengambil bagian dalam drama musikal Gita Cinta The Musical. Dalam drama tersebut, Kikan tak sekadar bernyanyi saja, tetapi dia juga dituntut berakting.
“Ini beda banget seperti saya menyanyi di band. Saya dituntut bisa berakting marah, menangis melawan. Kebayang banget pasti deg-degan, stress,” ujar Kikan seusai jumpa pers Gita Cinta The Musical, di Jakarta Selatan, Rabu (4/11).
Kikan, yang akan memerankan tokoh Ibu Ning, mengaku harus melakukan pendalaman karakter. “Untuk itu saya harus memperhatikan orang sekitar biar bisa mendalami (peran). Ini suatu kesempatan dan buat saya ini sangat menantang sekali,” aku Kikan.
Nama besar di panggung musik bukan jaminan bagi Kikan bisa dengan mudah terlibat dalam pementasan tersebut. Ia juga harus ikut proses casting. “Jadi waktu itu sebelum casting kita dikasih skrip, saya kebetulan dapatnya sebagai ibu kantin. Jadi dari semalam saya ngakalin gimana jadi ibu kantin,” cerita Kikan.
Sial, peran itu ternyata bukan untuk dirinya. Skrip tersebut, kata Kikan, tertukar dengan punya orang. Mau tak mau, Kikan harus mengubah akting ibu kantin menjadi Ibu Ning. “Ibu Ning dan ibu kantin itu karakter yang jauh banget. Jadi saya harus mengubah mood enggak kurang dari setengah jam,” ujar Kikan.
Meski begitu, Kikan mengaku senang mendapat pengalaman baru. “Buat saya apa pun hal yang baru. Bukan hanya karier, tapi saya mencoba hal baru di hidup saya, saya ingin menguji lebih jauh kemampuan saya,” tutupnya. (C7-09)
JAKARTA, KOMPAS.com – Keberadaan vampir semakin kuat dengan berkembangnya serial seperti “True Blood”, “The Vampire Diaries” dan “Twilight” ke dalam franchise hak tayang di skala global.
Daya tarik vampir juga merebak ke dunia anime dengan lahirnya banyak karakter monster penghisap darah ini, di antaranya dalam “Vampire Hunter D, Blood: The Last Vampire dan Blood “.
Tetapi tidak ada yang lebih mematikan, menakutkan dan seekstrem Alucard dalam “Hellsing”, yang bertarung melawan sepasukan kaumnya sendiri dan para pemburu vampir di Hellsing OVA.
Animax Asia menayangkan perdananya pada 1 November 2009 dan diputar setiap Minggu pukul 22.00 WIB, Hellsing OVA menyajikan pertarungan hingga titik darah penghabisan segitiga antara vampir dan para pemburunya, yang menentukan nasib Inggris, Eropa, dan bahkan dunia.
The Millenium, mantan tentara Nazi yang menjadi batalyon vampir, bertarung melawan Inggris yang dilindungi oleh Hellsing, sebuah organisasi Protestan pemburu vampir yang didalangi vampir terhebat, Alucard.
Konflik semakin meningkat ketika para pemburu vampir Katolik Roman dari Vatikan yang tergabung dalam organisasi Iscariot memasuki medan pertarungan.
Dipersenjatai dengan dua pistol berkaliber besar, keabadian dan kemampuan berubah bentuk, Alucard adalah vampir yang paling berkuasa di dunia Hellsing dan kartu truf organisasi Hellsing dalam memburu vampir.
Allucard adalah tokoh antiheroik arogan, kejam, dan senang mempermalukan lawan sebelum memusnahkan mereka. Ia hanya menghormati dan setia pada Integra Hellsing, keturunan terakhir yang bertahan hidup dari keluarga pemburu vampir dan merupakan pemimpin organisasi Hellsing.
Mereka bertarung bersama Seras Victoria, polisi wanita yang berubah menjadi vampir, dan Walter C. Dornez, pembantu merangkap mata-mata.
Alucard dan organisasi Hellsing melindungi Inggris dari The Millenium, 1.000 batalyon Nazi yang dikira telah tewas padahal sebenarnya telah diubah menjadi vampir yang dikendalikan oleh The Major, pimpinannya yang psikopat.
Para tentara Millenium itu hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menjatuhkan kaum manusia ke dalam perang yang tak ada akhir.
Pada akhirnya, kedua kekuatan tersebut bersaing dengan Iscariot, organisasi rahasia Vatican pimpinan petarung fanatik Alexander Anderson, yang bertarung menggunakan bayonet mematikan dan mempunyai kekuatan bangkit kembali seperti Tuhan.
Selain melakukan pengejaran dan pemusnahan roh jahat dan hal-hal bidah, organisasi Iscariot mempunyai tujuan sama dengan Hellsing, yaitu melawan The Millenium. Namun, karena berkeyakinan Katolik Roma, organisasi Iscariot sangat bertentangan dengan organisasi Hellsing yang Protestan, apalagi dengan adanya vampir di jajaran pimpinan Hellsing.
Serial anime baru ini menyusul kesuksesan serial TV anime “Hellsing”, yang tayang sejak Oktober 2001 hingga Januari 2002. Bedanya, dalam serial baru “Hellsing OVA” tidak mengubah cerita Hellsing versi manga dari Kouta Hirano.
Diproduksi oleh Geneon Universal Entertainment (Appleseed) bersama Satelight (“Macross Frontier”) dan Madhouse Studios (“Death Note”) dengan durasi 60 menit setiap episode, “Hellsing OVA” sedang berlangsung penayangannya di Jepang.
Disutradarai Tomokazu Tokoro (“Haibane Renmei”) dan Hiroyuki Tanaka (“Claymore”), “Hellsing OVA” pada setiap akhir episodenya juga menyajikan musik horor yang dikomposisi oleh Hayato Matsuo (“Final Fantasy XII”) dan dimainkan oleh The Warsaw Philharmonic Orchestra. (Ant/EH)
JAKARTA, KOMPAS. com – Setelah memutuskan untuk mengenakan jilbab Ramadhan lalu, model yang juga pemain film Henidar Amroe, bertekad memilah-milah tawaran akting yang datang kepadanya. Ia pun mengaku tak takut kehilangan job. “Selama saya main dengan sepenuh hati, Insya Allah bisa diterima,” katanya ditemui di FX Entertainment, Jakarta Selatan, Kamis (5/11).
Belum lama ini, beberapa tawaran memang sempat datang kepadanya. Bahkan, ada yang memintanya untuk tampil menanggalkan jilbab. “Sekarang kayaknya enggak deh kalau enggak pakai jilbab,” ujarnya.
Diakuinya, bukan perkara mudah untuk bisa menentukan sikap seperti itu. Apalagi, tawaran yang datang tiba-tiba kian gencar datang kepadanya. “Tapi aku anggap ini sebuah ujian. Tawaran itu kadang menggoda. Ada beberapa stripping, tapi akhirnya aku tolak. Benar-benar butuh kekuatan hati. sekarang, saya hanya berusaha untuk bisa ikhlas,” tutur perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat 11 April 1962 ini.
Kalau ada tawaran peran antagonis bagaimana? “Saya sudah bosan,” jawabnya. (C9-09)
, karangan John Penberthy, menceritakan tentang perjalanan spiritial seekor lebah bernama Buzz dalam pencariannya akan Tuhan. Buzz yang jenuh dengan rutinitas kegiatan sehari-hari — mengumpulkan madu, memperbaiki dan melindungi sarang — mulai mempertanyakan arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya. Dalam pencariannya, ia kemudian berkenalan dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak. Meskipun tidak secara gamblang, Bert banyak Buzz dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan spiritual yang ada di pikiran Buzz. Hingga pada akhirnya, Buzz mampu memahami dengan jernih apa arti kehidupan dan keberadaan Tuhan yang selama ini ia cari.
Resensiku
Memang pantas bahwa ini telah diterjemahkan dalam 13 bahasa. Isinya benar-benar dalam dan menyentuh. Penberthy dengan jeniusnya mampu ‘menterjemahkan’ kehidupan dan keinginan seorang individu manusia ke dalam kehidupan seekor lebah dan koloninya, membuat kita merasa mereka tidak ada bedanya dengan kita. Apalagi ditambah dengan ilustrasi menawan dari Laurie Barrows yang mampu menambah pendalaman tentang isi buku.
Banyak kalimat-kalimat filosofis yang saya rasa dapat membuat siapa saja yang membacanya meluangkan waktu sejenak untuk merenung dan memahami artinya.
Adalah sempurna untuk berpikir bahwa kehidupan itu tidak sempurna.
Pikiran adalah pelayan yang hebat, tapi merupakan majikan yang payah.
Kebahagiaan tidak dapat dikejar, melainkan harus mengikuti.
Kehidupan adalah sebuah perjalanan dari aku menjadi kita.
Pada awalnya, saya mengira buku ini adalah tentang orang ‘kaya’ yang sudah bosan menumpuk kekayaan dan berharap mencari kedamaian spiritual. Ternyata saya salah. Buku ini justru mengenai orang ‘biasa’ yang jenuh bekerja siang malam untuk mencari nafkah dan menjalani hidupnya, yang kemudian mencoba mencari jawaban dengan melakukan pemikiran dan perjalanan spiritual. Dan pada akhirnya, perlu disadari bahwa keadaan kita saat ini dan apa yang kita lakukan saat ini, seberapa pun membosankannya, adalah sebuah karunia besar dari Tuhan yang patut kita syukuri.
Info resmi mengenai buku To Bee or Not To Bee dapat dibaca di http://www.tobeebook.com/.
Jika Anda suka dengan manga God Hand Teru, manga mungkin bisa jadi alternatif. Dibuat oleh Takashi Hashiguchi, man behind the famous manga Yakitate! Japan, manga yang berjudul asli Saijo no Meii ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Mikoto Saijou yang bercita-cita untuk menjadi dokter bedah anak terhebat di Jepang. Keinginan kuatnya ini didasari atas pengalamannya saat kecil, dimana ia harus mengalami operasi bedah jantung yang cukup sulit. Operasi tersebut bisa berjalan dengan sukses berkat kerja keras Mamoru Shindo, dokter bedah kardio-vaskular anak. Shindo pun menjadi salah satu panutan dan idola bagi Mikoto dalam mewujudkan cita-citanya.
Resensiku
Ada beberapa perbedaan antara The Best Skilled Surgeon dan God Hand Teru. Dari sisi tokoh utama, Mikoto adalah orang yang jahil dan agak bandel, berbeda dengan Teru yang ceroboh. Sedang dari sisi topik cerita, karena tokoh utamanya adalah seorang dokter bedah anak, sudah pasti penyakit-penyakit yang diangkat berfokus pada penyakit-penyakit yang diderita oleh anak-anak saja. Berbeda dengan God Hand Teru yang penyakitnya lebih umum.
Saya memang belum bisa bercerita banyak berhubung Elex Media Komputindo baru menerbitkan jilid pertamanya saja, namun, impresi pertama saya terhadap komik ini cukup baik. Semoga saja nanti perkembangan alur ceritanya menjadi makin menarik dan tidak terkesan dibelit-belitkan.
berkisah tentang tiga orang sahabat, Vano (), Tia (Poppy Sovia), dan Desi (Debby Kristi). Karena dari awal sudah cukup dekat dengan Tia, lama-kelamaan timbul sikap protektif dari diri Desi terhadap Tia. Tia sendiri jatuh cinta pada Vano, namun Vano justru menunjukkan ketertarikan pada Desi. Dengan alasan untuk menjaga persahabatan mereka, Desi meminta Tia untuk berjanji agar mereka bertiga tetap menjadi sahabat tanpa adanya unsur-unsur cinta.
Cerita mulai berkembang pada saat Desi menginginkan mereka mengadakan perjalanan keliling Jawa sebagai perayaan ulang tahunnya yang ke-20. Dan di dalam perjalanan tersebut, sedikit demi sedikit mulai terbuka kenyataan yang selama ini tersembunyi.
Resensiku
Saya mungkin jarang menonton Indonesia bertema seperti ini, tapi dari semua yang pernah saya tonton, “Butterfly” adalah salah satu yang terbaik dari sisi cerita. Meskipun menggunakan alur cerita flashback, kisah dalam “Butterfly” tetap dapat diikuti dengan runut. Tidak seperti kebanyakan film lokal yang penuturan ceritanya sepertinya kelinci berjalan alias melompat-lompat.
Kekurangan dari film ini hanya satu. Rahasia Desi seharusnya sudah dapat dimengerti atau dirasakan oleh Tia sejak dulu, secara mereka bersahabat dekat. Namun kenyataannya tidak. Dan ini lah yang membuat alur cerita tampak sedikit janggal. Padahal untuk sebuah film lokal, “Butterfly” menawarkan ending yang cukup ‘berani’. Sayangnya, gara-gara kejanggalan tersebut, surprise yang seharusnya diberikan oleh ending tersebut menjadi sedikit berkurang efek kejutnya.
Satu hal lagi. Akting para pemain, kecuali Andhika Pratama, cukup baik dan total. Untuk Andhika sendiri entah kenapa terasa sedikit kurang alami.
Akhir kata, mumpung masih tayang, tonton deh film ini. Recommended
Charlie Logan (Dane Cook) adalah seorang dokter gigi ternama dan sangat populer di kalangan wanita. Pasalnya, ia memiliki “kemampuan” ajaib: setiap wanita yang berhubungan sex dengannya pasti akan segera menemukan cinta sejati. “Kemampuan” ini berasal dari kutukan teman wanitanya waktu SD dulu.
Pada awalnya, Charlie menikmati segala sesuatunya. Bayangkan, wanita-wanita cantik semua antri untuk making love dengannya. Namun masalah mulai datang ketika ia jatuh cinta pada Cam (Jessica Alba), seorang wanita ceroboh yang bekerja di sebuah penangkaran pinguin. Apabila mereka berhubungan, ada kemungkinan Cam akan bertemu dengan cowok lain, sedang untuk tidak berhubungan pun susah karena keduanya sama-sama nafsu saling cinta.
Bagaimanakah akhir hubungan Charlie dan Cam? Dapatkah Charlie menghilangkan kutukannya?
Resensiku
Sebagai sebuah komedi cinta, “” cukup layak untuk ditonton, walaupun terus terang, saya agak risih dengan terlalu banyak adegan seks yang ada di film ini (jangan ajak anak kecil ya kalau nonton). Adonannya sih pas, lumayan lucu untuk ukuran film komedi, lumayan romantis untuk ukuran film percintaan.
Sayangnya, ceritanya sendiri tidak begitu menarik dan terasa biasa-biasa saja. Mungkin wajar karena ide cerita pria tampan yang perfect bertemu dengan wanita cantik yang ceroboh (atau sebaliknya) sudah sering diangkat. Namun dari bauran kutukan yang agak nyeleneh itu, saya sendiri mengharapkan lebih dari “”. Setidaknya ending yang lebih menyentuh dan unusual, karena yang ditawarkan di film ini adalah ending yang saya yakin sudah ratusan kali kita lihat di film sejenis. Eh tapi klip singkat yang diputar bersamaan dengan credit info lucu juga loh.
Ngomong-ngomong, ada gak ya cewek yang mau ngutuk saya biar bisa punya kemampuan seperti si Charlie? Saya bersedia kok
“” adalah salah satu karya besar , si dewa manga yang melahirkan Astro Boy dan Blackjack (kebangetan kalo sampai gak pernah denger dua manga itu). Naskah aslinya ditulis pada tahun 1974 hingga 1984, namun versi terjemahannya baru beredar beberapa tahun belakangan ini.
Terdiri dari 8 jilid, Buddha bercerita tentang perjalanan hidup Siddharta Gautama atau sang Buddha, sejak ia dilahirkan hingga akhir hayatnya. Banyak pula kisah-kisah mengenai orang-orang di sekitar beliau (plus beberapa karakter fiksi tambahan) serta cerita-cerita tentang kemanusiaan yang menyentuh. Tentu saja tanpa melupakan berbagai ciri khas manga itu sendiri.
Selain di negara asalnya, Jepang, dan India, manga ini juga populer di Indonesia dan bahkan negara-negara barat. Tidak kurang media sekelas BBC dan Time menunjukkan apresiasinya. Ini cukup untuk membuktikan seberapa hebat kualitas dari manga Buddha.
Resensiku
Membaca biografi adalah salah satu kegiatan yang paling saya benci. Tapi manga ini merubah segalanya. Meskipun tidak 100% sesuai jalur, namun tahap demi tahap perjalanan hidup sang Buddha jelas tergambar. Termasuk berbagai filosofinya tentang kehidupan, kemanusiaan, dan kematian. Sedikit banyak saya jadi mengetahui garis besar ajaran agama Budha.
Yang unik dari manga Buddha adalah, Osamu Tezuka tidak takut untuk menggambarkan sisi lain dari Siddharta Gautama. Ditunjang dengan kehadiran beberapa tokoh fiksi, selipan humor-humor segar khas manga dapat membalut ajaran-ajaran Buddha dengan indahnya, tanpa sedikit pun mengurangi maknanya.
Dengan latar belakang cerita yang jadul, pengarang seringkali menyelipkan lelucon-lelucon ‘modern’. Seperti pada saat penduduk akan melakukan pemberontakan, tiba-tiba salah satu dari mereka mengeluarkan radio dan berkata, “Sebentar, ada pengumuman penting nih”. Penduduk yang lain menjawab, “Loh kamu ngeluarin apaan? Ini kan belum jamannya?”
Walaupun digambarkan se’ceria’ mungkin, banyak pula kisah-kisah menyentuh yang terselip dalam manga ini. Pada cerita pembuka pun kita sudah disuguhi kisah tentang kelinci yang rela berkorban demi seorang pertapa yang kelaparan dan hampir mati. Saya yang sudah pernah membaca cerita ini waktu kecil di majalah Bobo pun masih sempat merasa terhenyak saat membacanya.
Selain berfokus pada kehidupan Siddharta Gautama, manga Buddha juga menceritakan tentang kerasnya sistem kasta di India pada saat itu, serta sifat-sifat manusia yang dapat berubah, baik ke arah kebaikan maupun kejahatan.